Select Menu

Prestasi

Karya Siswa

Profil Siswa

Karya Guru

Profil Guru

Info Pendidikan

Enaknya Es Campur Karya siswa

Beberapa minggu lalu, dalam pembelajaran keterampilan di kelas IX, Ibu Yuli Widiastuti, S.Pd selaku guru berhasil mengajari siswanya membuat es campur yang enak. Para siswa kelas IX antusias menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan es campur. Berbagai buah mereka bawa dari rumahnya masing-masing. Begitu pun peralatan yang diperlukan seperti gelas, mangkok, sendok dan wadah lainnya tidak ketinggalan disiapkan.
Menurut penuturan Bu Yuli, praktek dalam pelajaran keterampilan kelas IX semester ganjil adalah membuat es campur. Rupanya praktek siswa cukup sukses. Terbukti banyak guru yang ikut mencicipi es campur karya siswa tersebut mengatakan rasanya enak.

“Rasanya lumayan seperti es campur yang dijual di dekat alun-alun Majenang,” ujar Pak Darul, guru matematika yang ikut menikmati. 


Ibu Yuli sedang melakukan penilaian
Berbagai kreativitas siswa berupa es campur itu dipajang di meja ruang guru. Selanjutnya Bu Yuli Widiastuti, S.Pd memberi penilaian secara cermat satu persatu. Setelah proses penilaian selesai para guru mendapat segelas es campur karya siswa.
***



Es Campur Karya Siswa MTs Negeri Majenang


Keterangan:
untuk melihat gambar lebih besar dan jelas klik kanan, kemudian klik  open image

Wafiah, Ketua OSIS Pilihan Siswa


Oleh: Peni Sari dan Iis Meinarwati

Wafiah saat kampanye
Gadis itu bernama Wafiah. Ia lahir di Cilacap, 14 Pebruari 1998. Siswi kelas VIII F tersebut lahir dari pasangan B. Hasan Junaedi dan Ibu Sutimah. Cita-citanya ingin menjadi orang yang berilmu dan sukses serta berguna bagi nusa, bangsa dan agama. 

Gadis berjilbab yang hobinya menulis itu  ternyata mengenyam pendidikan mulai TK. Tercatat dia pernah bersekolah di TK Asiyah 1 Majenang kemudian melanjutkan ke SD Negeri 6 Majenang. Setelah lulus dia mantap memilih MTs Negeri Majenang sebagai tempat untuk menuntut ilmu. MTs yang berlokasi di Pahonjean adalah MTs satu-satunya MTs negeri yang ada di Majenang.

Prestasi yang Wafiah torehkan patut dibanggakan. Setiap tahun dia sering menjadi juara 1 di kelasnya dan puncaknya pada bulan Januari kemarin, Wafiah berhasil menjadi Ketua OSIS MTs Negeri Majenang untuk periode 2011-2012. Dia yang berpasangan dengan Dasimin berhasil mengalahkan pasangan lainnya dalam ajang Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) yang diselenggarakan secara langsung. 

Wafiah atau lebih dikenal dengan panggilan Fia, termasuk sosok yang sabar, periang, rendah hati, bijaksana dan bertanggungjawab. Menurut penuturannya saat menjabat Ketua OSIS dia akan berupaya sekuat tenaga untuk ikut memajukan dan menjaga nama baik madrasah degan cara menjalankan program-program yang telah disampaikan saat kampanye. 

Beberapa program yang dikemukakan saat kampanye, diantaranya: 
1.  Mendukung tercapainya visi dan misi MTs Negeri Majenang
2.       2. Ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan MTs Negeri Majenang
3.       3. Ikut membantu dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa/I MTs Negeri Majenang
4.       4. Ikut mendukung dalam menciptakan keamanan di lingkungan
5.       5. Berusaha untuk menjaga nama baik madrasah

Dalam menjalankan tugasnya, pasti dia akan menghadapi kesulitan dan kendala. Namun, dia yakin karena teman-temannya akan membantu dan  para guru juga ikut mensupportnya. Maka sebesar apa pun kesulitan dan kendala akan dihadapinya dengan enjoy dan penuh tanggungjawab.

Selain bekerja keras dan penuh semangat untuk menjalankan amanah sebagai Ketua OSIS, gadis imut itu tidak lupa melaksanakan sholat lima waktu dan selalu berupaya membantu tugas orang tuanya saat di rumah.
(Sumber: Mading edisi I)

Nur Hafizhin, Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab Jateng

Nur Hafizhin, sosok pelajar yang ramah dan murah senyum itu menorehkan prestasi gemilang. Betapa tidak, siswa kelas VII D MTs Negeri Majenang berhasil menjadi Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat Jawa Tengah pada acara Porseni yang digelar pada hari Mingggu-Senin, 9-10 Juli 2011 di Semarang.

Siswa yang menjabat Wakil Ketua OSIS ini lahir tanggal 1 Januari 1997, sebagai anak pertama pasangan Ahmad Syaibani dan Kumaesaroh warga Jalan Dirman Pahonjean Majenang.

Diakui Nur bahwa dirinya memiliki keinginan yang kuat menjadi juara ketika pertama kali membaca sebuah brosur penerimaan siswa baru MAN Majenang yang tertempel di papap pengumumam sekolah. "Saya membaca brosur dan salah satunya ditulias prestasi MAN Majenang. Secara tidak sengaja saya punya sebuah keinginan untuk menjadi juara" katanya.

Tak Menyangka Menjadi Juara
Nur Hafidzin saat menerima piala
Siswa yang kerap menjadi ketua kelas itu tidak menyangka bahwa dirinya akan dinobatkan tim juri menjadi juara pertama. Menurutnya ada sekitar 15 peserta dari 35 kabupaten/kota yang ikut lomba itu cukup baik penampilannya.

"Peserta dari kabupaten Pekalongan, Rembang dan Jepara termasuk yang cukup bagus. Makanya saya kaget dan deg-degan ketika juri mengumumkan saya sebagai pemenang. Saking kaget dan bahagia saya berucap syukur alhamdulillah dengan keras dan berteriak" tutur Nur Hafidzin dengan penuh semangat.

Lantas apa yang menyebabkan dia jadi juara? Menurutnya ada tiga kriteria penilaian. Pertama, cara penyampaian, kedua isi teks pidato dan ketiga ekspresi.

"Alhamdulillah, saya tidak grogi, suara pun cukup jelas dan lantang. Mungkin itu yang menyebabkan dewan juri terpesona sama saya", sahutnya.

Prstasi gemilang Nur Hafizhin tidak diperoleh secara mudah. Berawal dari Porseni pada tingkat KKM Majenang, Nur sudah berlatih keras. Hampir setiap hari dia berlatih dengan bimbingan Bapak Jaelani, S.Ag ----guru Bahasa Arab----, rupanya kerja keras yang dilakukannya tidak sia-sia.

Pada Porseni tingkat KKM berhasil menjadi juara 1, kemudian dilanjutkan pada porseni tingkat kabupaten Cilacap dan lagi-lagi menjadi juara 1. “Saya sangat bersyukur dapat meraih prestasi ini dan kini sedang berusaha menyiapkan diri menghadapi lomba tingkat nasional yang akan digelar di Depok pada tanggal 19 Juli 2011 esok", tutur remaja yang bercita-cita ingin menjadi guru agama tersebut saat mengakhiri perbincangan dengan admin weblog Mts Negeri Majenang tadi siang.

Misye Arbiyan, "Presiden" OSIS MTs Negeri Majenang 2010-2011

Misye Arbiyan
Misye, demikian panggilan siswi kelas IX MTs Negeri Majenang itu. Dia merupakan puteri dari pasangan Nur Supriyanto dan Arbayah. Alumni SD Negeri Jenang 05 ini termasuk sosok yang demen membaca buku, berenang dan bermain.

Gadis berjilbab ini lahir di Cilacap, pada 11 Mei 05 Maret 1992 lalu sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Dia  memiliki cita-cita yang menarik, pengen jadi seorang dosen ---pengajar di perguruan tinggi---.

Selain cantik, siswi yang aktif di kegiata pramuka itu memiliki banyak prestasi. Juara 3 Lomba Latihan Gabungan Pramuka, Juara 3 Lomba PBB dan Juara 2 jambore pramuka merupakan sebagian dari prestasi yang pernah ditorehkannya.

Misye Ardiyan adalah sosok ketua OSIS MTs Negeri Majenang periode 2010/2011. Meskipun dihadapkan dengan tugas dan tanggung jawab yang berat, dia tetap enjoy menjalaninya dan tentu tidak melupakan tugas utamanya untuk belajar.

O ya, sebagai ketua OSIS ia juga pandai bernyayi di depan umum. Saat pelepasan siswa kelas IX tahun ini, dia membawakan lagu yang begitu merdu. Di akhir wawancara, siswi yang tinggal di Jalan Pendidikan Majenang itu mengemukakan kesannya menjabat Ketua OSIS. "Saya senang karena bisa menjadi suri tauladan bagi teman-teman lain dan memberi contoh. Selain itu saat berkumpul dengan pengurus OSIS lain saya merasakan kebahagiaan tersendiri" ujarnya. Dia pun berharap MTs Negeri Majenang semakin maju dan siswa-siswinya juga semakin berprestasi. Ya, semoga harapan dia terwujud.

Selamat menjalan amanah untuk Misye.

Amin, Sang Juara MTQ

Amin Masdar atau lebih sering dipanggil Amin termasuk sosok siswa yang membangggakan. Anak ketiga dari empat bersaudara, pasangan bapak Satiman dan ibu Wagini ini berhasil menjadi juara 1 Lomba MTQ Tingkat Kecamatan Majenang tahun 2011. Lomba yang diselenggarakan dalam rangka hardiknas itu diikuti perwakilan 25 SLTP dengan jumlah peserta mencapai 50 orang.
Prestasi yang ditorehkan siswa kelas VII B ini mendapat apresiasi positip dari segenap civitas akademika MTs Negeri Majenang karena telah ikut mengharumkan nama baik madrasah. Perjuangan Amin untuk meraih prestasi tersebut patut dicontoh siswa lainnya. Berdasarkan penuturannya kepada admin weblog MTs, setidaknya ada 2 (dua) upaya yang dia lakukan untuk memenangkan lomba tersebut. Pertama, masa persiapan dengan melakukan doa’ sehabis shalat lima waktu, latihan yang rutin dan minta do’a kepada orang tua, teman-teman dan guru. Kedua, saat lomba berusaha untuk percaya diri secara penuh.
“ Usahakan jangan gemetar atau grogi. Kalau sudah melakukan usaha yang optimal, pasrahkan semua hasilnya kepada Allah SWT, “ demikian tutur siswa yang hoby membaca Al qur’an dan sepakbola itu.

Saat ditanya apa kesannya ketika berhasil meraih juara 1, Amin berkata, “ Saya merasa bahagia karena telah berhasil mengalahkan peserta lomba lain lebih dari 50 orang.”


Ingin Menjadi Ustadz
Siswa kelas VIII B yang sebentar lagi akan naik ke kelas IX itu ternyata memiliki cita-cita yang menarik yaitu ingin menjadi ustadz. Menurutnya menjadi ustadz itu akan memberi peluang beramal sholeh setiap hari karena dapat mengamalkan ilmu dengan mengajarkannya kepada masyarakat. Boleh jadi cita-citanya itu cukup nyambung karena hobi Amin membaca Al qur’an. Amin pun giat belajar dan mengikuti ekstra kurikuler di sekolah bersama teman-temannya.

workshopBapak Tri Mulyanto, S.Pd Oh ya, saat Amin ditanya siapa guru yang dia idolakan di MTs Negeri Majenang? Maka Amin dengan mantap menyebut Pak Tri Mulyanto -----Guru Bahasa Indonesia yang tinggal di Banjar---- Dalam pandangan Amin Masdar, Pak Tri Mulyanto termasuk sosok guru ganteng yang kepenak karena ketika di kelas mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan.

Selamat kepada Amin atas prestasi yang telah diraihnya. Sukses selalu untukmu.

Info MTs