Select Menu

Prestasi

Karya Siswa

Profil Siswa

Karya Guru

Profil Guru

Info Pendidikan

Semarak Peringatan Maulid Nabi di Tiap Kelas

Kepala Madrasah memberi sambutan di salah satu kelas
Ada sesuatu yang berbeda dan menarik tatkala menyaksikan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Negeri Majenang, Senin (13/1) pekan lalu. Biasanya kegiatan peringatan digelar secara bersama di lapangan namun acara ‘muludan’ tahun ini  diselenggarakan di masing-masing kelas. 


Setiap kelas diberi kesempatan menampilkan acara sebaik mungkin. Begitu pun para petugas  diwajibkan dari unsur siswa mulai pembawa acara, pembaca Al Quran, Sholawat Nabi, penceramah sampai pemimpin do'a. Para wali kelas hanya berperan sebagai fasilitator.


Saat acara berlangsung, kreativitas siswa tampil di kelasnya masing-masing. Ada pagelaran seni, nasyid, puisi, pemutaran film yang semunya bertema tentang Nabi Muhammad. Di kelas 7C misalnya ada sesi pemutaran film mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW yang diputar selepas acara ceramah maulid. Para siswa nampak antusias menyaksikan tayangan film bersama-sama. Begitu pun dengan tempat duduk siswa, ada yang lesehan, disetting seperti di restoran atau melingkar sehingga lebih  interaktif.

Para juri terdiri dari bapak dan ibu guru yang bukan wali kelas. Mereka  berkeliling untuk melakukan penilaian. Agar lomba lebih menarik, penilaian berdasarkan rombel kelas. Masing-masing rombel diambil 3 juara sehingga untuk kelas 7 ada tiga juara, kelas 8  tiga juara dan kelas 9 tiga juara. Masing-masing juri setiap rombel terdiri dari 3 orang.


Daftar Pemenang Peringatan Maulid Nabi 
Kelas 7C (Juara 1)Kelas 8G (Juara 1) Kelas 9A (Juara 1)
Kelas 7B (Juara 2)Kelas 8A (Juara 2)Kelas 9C (Juara 2)
Kelas 7F (Juara 3)Kelas 8D (Juara 3)Kelas 9D (Juara 3)

Kepala Madrasah K.H. Moch. Makhrus, M.Pd mengemukakan kegiatan peringatan kali ini digelar secara berbeda untuk memberdayakan siswa. 


"Potensi dan bakat siswa kita kembangkan. Mereka belajar menjadi penceramah dan  petugas lainnya. Dengan ajang lomba para siswa belajar untuk bersaing secara positif," ungkap pengasuh pondok pesantren Miftahul Huda, Cigaru, Majenang tersebut.

Adapun Ketua Panitia Darto, S.Ag berharap kegiatan seperti ini akan membawa dampak positip bagi siswa. 

“Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang kita lakukan per kelas semoga akan membangkitkan kemampuan siswa dalam berdakwah," tuturnya.


Gallery Peringatan Maulid Nabi 


Keterangan:
untuk melihat gambar lebih besar dan jelas klik kanan, kemudian klik  open image

MTsN Raih Juara 2 dan 3 Lomba DWP

Tim DWP MTs Negeri Majenang
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN Majenang. Kali ini Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN Majenang meraih Juara 2 Lomba Kreativitas Membuat Taplak dan Juara 3 Lomba Kreasi Berhijab dalam rangka HAB Kemenag Kabupaten  Cilacap Ke-68 (Selasa, 17/12) lalu.

Acara yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Cilacap tersebut diikuti oleh 47 instansi di lingkungan Kemenag Cilacap meliputi KUA, MIN, MTsN dan MAN. Lomba dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kankemenag, Ny. Hj. Minhatul Mughits Mughni Labib, S.Pd.I.

Duta dari DWP MTsN Majenang, diwakili oleh Ny. Siti Jamingatul Khoeriyah Mufdi,  Ny. Saring, Ny. Darto, S.Ag dan Ny.  Sri Khayati. Ny. Saring tampil meyakinkan saat mengenakan jilbab dengan kreasinya sendiri. Penampilannya menarik simpati dewan juri sehingga berhasil membawa pulang hadiah berupa panci presto. Begitu pula dengan lomba taplak yang berhasil mendapat hadiah handuk sebanyak 4 buah.

Salah satu duta MTs, Ibu Sri Khayati menuturkan merasa senang dengan meraih juara.

"Semoga ke depan prestasi DWP MTs dapat lebih ditingkatkan lagi. Acara lomba seperti ini sangat positip untuk menumbuhkan kreativitas anggota DWP," ungkap staf TU tersebut.

****

46 Siswa Yatim Terima Santunan

Sebanyak 46 siswa MTsN Majenang yang masuk kategori yatim, piatu dan yatim piatu mendapatkan santunan dari pendidik dan tenaga pendidik, Sabtu  (23/11). Masing-masing siswa  diberi santunan sebesar Rp 50.000 untuk membantu meringankan kebutuhan harian mereka. Pemberian santunan yang dirangkai dalam peringatan bulan Muharram 1435 H itu juga diisi pengajian umum oleh Bapak Akhmad Susanto, S.Pd yang juga guru IPS.

Kepala MTsN Majenang, K. H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd mengatakan, selain membantu siswa yatim kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial keluarga besar MTsN Majenang.

“Peringatan 10 Muharram 1435 merupakan momentum tepat untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri dengan hijrah menuju kebaikan." ujarnya.

Beliau melanjutkan, bulan Muharram merupakan bulan kebahagian bagi anak yatim karena pada bulan itu umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan menyantuni  siswa yatim," tegas pengasuh Pondok Pesantren Pembangunan Miftahul Huda Cigaru  tersebut.

Pentingnya Reward untuk Anak Didik

Oleh : Yuni Rahmawati, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris MTs Negeri Majenang, Tinggal di Kota Banjar
Reward adalah segala sesuatu yang berupa penghargaan yang menyenangkan perasaan yang diberikan kepada siswa karena hasil baik dalam proses pendidikannya dengan tujuan agar senantiasa melakukan pekerjaan yang baik dan terpuji (Anjar Ginanjar : 2013).  Reward merupakan sebuah kata yang sangat sederhana sekali, namun begitu besar artinya jika kita berikan pada anak didik.

Dalam agama Islam juga mengenal metode reward, hal ini terbukti dengan adanya pahala. Pahala adalah bentuk penghargaan yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, misalnya: shalat, puasa, membaca Al-quran, dan perbuatan baik lainnya.

Dalam Al-quran dijelaskan bahwa kita dianjurkan untuk berbuat kebaikan. Seperti terdapat dalam Q.S. Al-baqarah ayat  261 yang artinya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.  Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-baqarah: 261).

Peranan reward dalam proses pengajaran cukup penting terutama sebagai faktor eksternal dalam mempengaruhi dan mengarahkan perilaku siswa. Hal ini berdasarkan atas berbagai pertimbangan logis, diantaranya reward dapat menimbulkan motivasi belajar siswa dan dapat mempengaruhi perilaku positif dalam kehidupan siswa.

Kita sebagai pendidik, seringkali lupa untuk memberikan penghargaan kepada anak didik yang di kelasnya pandai, aktif, atau memang sudah pintar sebelumnya. Kita merasa bahwa anak itu memang sudah pintar, jika diberi reward juga sudah hal biasa. Padahal satu bentuk reward berupa tepukan tangan yang sangat sepele saja, jika diberikan pada sisiwa-siswa kita, hal itu bisa menjadi suatu motivasi yang sangat luar biasa. Kepada anak pintar saja, kita sering lupa memberi reward apalagi kepada anak- anak kita yang malas, tidak aktif, dan sering membuat masalah di kelasnya. Terkadang anak tersebut malahan sering kita marahi, cuekin, menunjukan rasa tidak suka, terlebih lagi menghinanya. Padahal anak-anak tersebut yang lebih membutuhkan reward. Mungkin dibalik itu semua, ada sisi kelebihannya yang kita belum tahu. 

Kita merasa sering berat sekali mengucapkan kata-kata pujian pada mereka, dengan kata lain kita itu pelit dalam mengucapkannya, sehingga bukan perubahan sikap yang mereka lakukan, tetapi anak didik kita semakin tidak merasa percaya diri, malas, dan akhirnya mereka tidak mau sekolah karena sikap kita sebagai guru/pendidik yang kurang baik kepada siswa.

Betapa kita harus menyadari bahwa reward yang paling sederhana sekalipun dapat merubah dunia anak didik kita menjadi lebih baik dan menjadi siswa yang bersemangat untuk menggapai cita-citanya.

Hubungannya dengan mapel bahasa Inggris, karena penulis sebagai guru bahasa Inggris, ada suatu pengalaman di mana sebagian siswa kesulitan atau mendapatkan masalah dalam pelajaran bahasa Inggris. Mereka berpikir bahasa Inggris adalah bahasa asing,  susah sekali untuk dipelajari, sehingga muncul kata-kata tidak suka pada pelajaran tersebut. Ditambah lagi dengan sikap guru yang tidak ramah dan selalu merasa lebih pintar dari murid-muridnya, membuat mereka tidak kerasan di kelas jika di ajar bahasa Inggris. Lalu saya berpikir bagaimana caranya agar anak-anak suka, karena kemauan belajar itu diawali dengan rasa suka entah itu suka pada pelajaranya atau kepada guru yang mengajarnya. 

Pengalaman ini terjadi di kelas IX,  di mana anak sedang berat-beratnya menyesuaikan diri untuk berjuang bisa lulus dari sekolah dan ingin suasana belajarnya nyaman. Suatu hari setelah berjalan beberapa lama, para siswa mulai mengeluh jika diajar mapel bahasa Inggris, muncul pikiran mungkin saya sebagai pengajar jarang memberikan sesuatu yang menyenangkan hati mereka. Ternyata kuncinya adalah pada reward itu sendiri. Para siswa ingin sesuatu yang mereka lakukan bisa dihargai walaupun dengan kata-kata pujian. 

Suatu hari saya memberikan tugas menghafal kosa kata, dan ada beberapa siswa yang kemampuannya di bawah standar dan bisa di katakan siswa yang malas di kelasnya, dia maju dan berusaha untuk menghafal beberapa kata walau tidak semua, kemudian saya keluarkan kata-kata “hebat, tepuk tangan...i love you”.Ternyata kekuatan kata-kata itu begitu dahsyat, keesokan harinya anak itu terlihat lebih rajin dan bersemangat di kelasnya, dan dia mengatakan kepada saya, ”Gitu dong bu...”. 

Saya langsung merasa bahwa sebagai pengajar tidak seharusnya kita selalu memarahi siswa, tapi perlihatkan sisi penghargaan kita dalam bentuk reward kepada mereka, walaupun yang mereka lakukan belum sempurna.

Bagaimanapun pendidikan jaman sekarang sudah berbeda dengan jaman dulu.  Kalau   dulu pendidik kadang berbuat semena-mena kepada siswanya, tapi jaman sekarang sudah berubah. Majunya teknologi dapat mempengaruhi daya pikir siswa baik yang negatif atau positif. Mereka dapat memperoleh informasi apapun dari teknologi itu sendiri. Mereka semakin bisa berpikir kritis, tahu mana yang boleh dan tidak boleh, sehingga mereka dapat berontak kapan pun jika kondisinya belum nyaman. 

Oleh karena itu, mendidik dengan kekerasan sudah tidak diperbolehkan tapi dengan cara-cara yang lebih halus, salah satunya dengan reward itu sendiri.  Kita sebagai pendidik harus lebih bijaksana, sehingga siswa-siswa kita dapat belajar dengan rasa senang menimba ilmu untuk masa depan mereka yang cerah.

Begitulah kiranya, betapa besarnya pengaruh reward pada kehidupan anak didik kita. Marilah kita para pendidik untuk tidak ragu-ragu dan tidak bosan-bosannya memberikan penghargaan pada mereka. Sehingga mereka akan merasa nyaman mencari ilmu dan tidak menganggap guru adalah sosok yang menakutkan tapi sebagai sosok yang bijaksana dan penuh rasa mengasihi.
***

MTsN Majenang Gelar Workshop SKP, PKG dan PKB

MTsN Majenang selama dua hari, Jum’at-Sabtu (27-28/12) menggelar Workshop SKP, PKG dan PKB. Kegiatan yang diikuti oleh 61 guru PNS di lingkungan KKM Majenang itu menghadirkan narasumber Drs. Solahuddin Harim, Ketua FKMM MTs Eks Karesidenan Banyumas. 

Dalam sambutannya  Kepala MTsN Majenang, K.H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd  berharap melalui workshop para peserta mendapat pencerahan mengenai SKP, PKG dan PKB sehingga kinerja ke depan semakin lebih baik. “Mau tidak mau, semua guru PNS harus melaksanakan. Oleh karena itu guru wajib memahami SKP, PKG dan PKB,” ungkapnya. Sedangkan Pengawas Rumpun Cilacap Barat,  Dra. Umiyati, M.Si,menekankan bahwa ada 14 kompetensi yang wajib  dilaksanakan dengan sebaik-baiknnya oleh guru PNS. 

Materi yang disampaikan narasumber meliputi sasaran kerja pegawai (SKP), penilaian kinerja guru (PKG) dan penilaian keprofesian berkelanjutan (PKB). Dalam penyampaiannya, Solahuddin yang asli Purbalingga itu menyampaikan materi dengan menarik karena diselingi guyonan sehingga tidak membosankan.   Paparannya mudah dipahami dan cukup jelas. Nampaknya beliau lebih tepat menjadi seorang widyaiswara.

Khusus untuk hari kedua dilakukan praktek secara langsung, di mana peserta menggunakan laptopnya masing-masing.

Album lengkap, Klik di sini

Jalan Sehat di Tengah Gerimis Hujan

Sekira dua ribu orang mengikuti Jalan Sehat Umat Beragama dalam rangka Hari Amal Bakti Kemenag ke-68, Sabtu (21/12) kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Cilacap itu berlangsung dalam cuaca mendung disertai gerimis hujan. Para peserta terdiri dari pegawai di Kementerian Agama se-Cilacap dan masyarakat umum. Turut hadir, Kepala Kemenag Kabupaten Cilacap, KH. Drs. Mughni Labib, M.Si., Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap, H.A. Muslikhin, S.H. M.Si., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap, Moh. Taufiq Hidayatullah, S.Ag., dan tidak ketinggalan Kepala MTsN Majenang, K.H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd.

Menurut penuturan panitia, peserta yang terdaftar sebenarnya mencapai lima ribu lebih dengan melihat jumlah kupon doorprize yang tersebar. Namun, karena hujan turun sejak pagi maka kebanyakan peserta urung mengikuti acara tahunan tersebut. Sepanjang perjalanan peserta harus rela kehujanan. Sebagian peserta memakai payung dan sebagian lainnya menggunakan jas hujan. Bahkan sebagian lain membatalkan mengikuti jalan sehat dan hanya duduk-duduk di tempat yang teduh.

Rombongan dari MTs Negeri Majenang sebanyak 36 orang yang terdiri dari guru dan karyawan berangkat dengan naik bus Argo Mulyo pukul 05.30 WIB dan baru sampai Cilacap pukul 08.00 WIB. Selanjutnya mereka bergabung dengan peserta lain untuk mengikuti jalan sehat dengan diiringi gerimis hujan. Sebagian guru sempat berkelakar bahwa acara kali ini lebih pasnya  bukan jalan sehat tapi jalan sakit karena para peserta nekad hujan-hujanan. Sebagian lain berujar sesekali jalan bersama sambil hujan-hujanan lebih asyik.

Hadiah Sepeda Motor
Sebenarnya jalan sehat tahun ini menarik minat banyak calon peserta karena hadiah utamanya adalah sebuah sepeda motor. Namun, karena hujan akhirnya tidak semua bisa mengikuti. Hadiah lain pun telah disiapkan oleh panitia. Televisi, kulkas, sepeda, mesin cuci termasuk sebagian hadiah yang nampak kelihatan di panggung. 

Album Kegiatan Jalan Sehat


Dewi fortuna rupanya menghampiri salah satu guru MTs Negeri Majenang, Ibu Hj. Jamilatun Munawaroh, S.Pd.,  yang berhasil membawa pulang hadiah doorprize berupa sebuah sepeda lipat berwarna biru. Sepeda pun diangkut ke dalam bus setelah sebelumnya dilipat oleh Mas Kiswanto. Sedangkan yang berhasil mendapatkan sepeda motor yaitu anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cilacap yang berasal dari Cilacap kota. ***

Peserta jalan sehat sebagian memakai payung dan menutup 
kepala dengan jaket agar tidak kehujanan
Salah satu peserta jalan sehat orang bule yang berkomunikasi 
dengan Bapak Yusuf Wibisono (Guru Bahasa Inggris)

Enaknya Es Campur Karya siswa

Beberapa minggu lalu, dalam pembelajaran keterampilan di kelas IX, Ibu Yuli Widiastuti, S.Pd selaku guru berhasil mengajari siswanya membuat es campur yang enak. Para siswa kelas IX antusias menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan es campur. Berbagai buah mereka bawa dari rumahnya masing-masing. Begitu pun peralatan yang diperlukan seperti gelas, mangkok, sendok dan wadah lainnya tidak ketinggalan disiapkan.
Menurut penuturan Bu Yuli, praktek dalam pelajaran keterampilan kelas IX semester ganjil adalah membuat es campur. Rupanya praktek siswa cukup sukses. Terbukti banyak guru yang ikut mencicipi es campur karya siswa tersebut mengatakan rasanya enak.

“Rasanya lumayan seperti es campur yang dijual di dekat alun-alun Majenang,” ujar Pak Darul, guru matematika yang ikut menikmati. 


Ibu Yuli sedang melakukan penilaian
Berbagai kreativitas siswa berupa es campur itu dipajang di meja ruang guru. Selanjutnya Bu Yuli Widiastuti, S.Pd memberi penilaian secara cermat satu persatu. Setelah proses penilaian selesai para guru mendapat segelas es campur karya siswa.
***



Es Campur Karya Siswa MTs Negeri Majenang


Keterangan:
untuk melihat gambar lebih besar dan jelas klik kanan, kemudian klik  open image

Ekspresi Siswa : Bakat Terpendam yang Berhasil Ditumbuhkan

Iis Meinarwati, ekspresif
Beberapa ekspresi siswa dalam tayangan photo berikut menarik diamati. Mereka sesungguhnya memiliki bakat terpendam yang berhasil disalurkan melalui kegiatan madrasah. Berikut diantara mereka yang berhasil diabadikan kamera jadul admin saat acara pelepasan. Diantara mereka suatu saat kelak insya Allah akan menjadi orang yang sukses di tengah masyarakat.

Bakat yang dimiliki seseorang tidak akan maksimal jikalau tidak ditumbuhkan-dikembangkan dan disalurkan. Perlu kegiatan dan aktivitas yang sekirsanya akan  menghantarkan bakat tersebut menjadi sesuatu yang terarah dan berguna.

MTs Negeri Majenang sebagai salah satu madrasah memiliki komitmen untuk membantu dan memfasilitasi siswa dalam upaya penumbungkembangan bakat mereka.

Iis Meinarwati, yang begitu ekpresif saat memerankan diri sebagai princes dalam pagelaran drama berbahasa Inggris. Selanjutnya Wafiah, yang saat berpidato pelepasaan sebagai Ketua OSIS menitikkan air mata. Terakhir Della Nurhidayah, siswi yang juga santri itu fasih berpidato Bahasa Arab.
***

Wafiah, Ketua OSIS menitikkan air mata saat pidato
pelepasan kelas IX

Dela Nurhidayah, fasih mengucapkan bahasa Arab

Info MTs