Select Menu

Prestasi

Karya Siswa

Profil Siswa

Karya Guru

Profil Guru

Info Pendidikan

Sebanyak 250 Guru Madrasah Akan di S2-kan

Jakarta – Direktorat Pendidikan Madrasah (Dit. Pendidikan Madrasah) akan terus mengembangkan sumber daya guru melalui prgoram beasiswa bagi guru madrasah. Untuk itu, tahun 2013 ini, Dit. Pendidikan Madrasah akan memberikan beasiswa S-2 kepada para guru madrasah.

Hal ini dikemukakan oleh Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Dedi Djubaedi ketika ditemui di kantornya, Selasa (27/05).

Menurut Dedi Djubaedi, dalam mengembangkan sumber daya guru, akan dilakukan melalui program beasiswa, dan tahun ini dialokasikan untuk 250 guru. “(Itu) diluar program-program pengembangan lainnya,” terangnya.

Dedi Djubaedi menjelaskan, bahwa program ini diharapkan dapat memotivasi para pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya secara cerdas dan amanah. “Kita berharap pendidikan madrasah lebih maju, if you don’t down you don’t change if you don’t change you die,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kasubdit Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dit. Pendidikan Madrasah A. Syafi’i menjelaskan bahwa pemberian beasiswa ini, didasari semangat untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru madrasah. “Biar mereka lebih kompeten yang berujung pada peningkatan kompetensi lulusan, itu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Syafi’i juga menjelaskan bahwa program beasiswa seperti ini pernah dilaksanakan oleh Dit. Pendidikan Madrasah pada 2009. “Hasilnya luar biasa, prestasi mereka di perguruan tinggi umum pun sangat membanggakan,” tukasnya.

“Kini, mereka menjadi master teacher di lingkungan mereka mengajar, sebagai penggerak,” tambahnya.
Syafi’i melanjutkan, bahwa beasiswa ini diperuntukan bagi para guru madrasah, PNS maupun Non-PNS, mapel umum maupun agama. Selain itu, lanjut Syafi’i, mereka tentu harus lulus seleksi perguruan tinggi yang ditunjuk dan diminati oleh calon penerima besasiswa.

“Saat ini masih tahap penelaahan program studi yang akan dikelompokkan menjadi dua rumpun mata pelajaran, umum dan agama,” paparnya.

Menurutnya, kampus yang akan dipilih adalah perguruan tinggi yang terakreditasi menimal ‘Baik’ menurut Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). “Saat ini, kita masih belum menunjuk perguruan tingginya,” tuturnya. (stl)

Madrasah Lebih Baik dan Lebih Baik Madrasah

Bapak Nur Syam (kanan)
Jakarta (Pinmas)—Madrasah kini sudah memiliki prestasi yang luar biasa. Secara kualitas, madrasah sudah tidak kalah dengan sekolah lainnya. Hal itu ditunjukan dengan banyaknya prestasi yang diraih madrasah, negeri maupun swasta.

“Madrasah lebih baik dan lebih baik madrasah,” demikian pesan dan penegasan Dirjen Pendidikan Islam, Nur Syam, ketika memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di MIN 16 Cipayung dan MI Pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur, Senin (6/5).

Dalam kunjungan ini, Nur Syam didampingi Kakanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta, Akhmad Murtadlo, dan sejumlah pejabat Kemenag lainnya.

Menurut Nur Syam, madrasah lebih baik karena pada kenyataannya terdapat pergerakan signifikan yang mengarah pada peningkatan mutu, kualitas, dan daya saing, terutama jika dilihat dari prestasi yang telah diraih.

“Hasil UN Madrasah sekarang sudah sebanding dengan sekolah,” kata Nur Syam mencontohkan.
Kalau hasil UN baik dan prestasi banyak diraih, , lanjut Nur Syam, maka hal itu akan memberikan image positif tentang madrasah kepada masyarakat. “Itu terbukti dengan semakin banyaknya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di MIN 16 ini,” terang Nur Syam.

Sebelumnya, Kepala MIN 16, M. Zubad, memaparkan bahwa minat orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya di MIN 16 Cipayung memang sangat besar. Pada tahun pelajaran 2013/2014 yang akan datang, MIN 16 sudah membukan pendaftaran, namun hanya bisa menerima 84 siswa saja. Padahal yang mendaftar mencapai 600 siswa.

Distingsi dan Ekselensi
Seiring terus membaiknya mutu dan kualitas, Nur Syam meminta agar ke depan, madrasah harus mempunyai distingsi dan ekselensi.

“Setiap madrasah harus mempunyai kelebihan dan keunggulan. Distingsi madrasah ini apa, jika dibandingkan sekolah atau madrasah lainnya? Keunggulan dan ekselensi juga seperti apa?” kata Nur Syam.
Nur Syam mencontohkan bahwa Bupati lamongan pernah mendapatkan penghargaan dari salah satu lembaga yang dipimpin oleh Hermawan Kertajaya karena mewajibkan seluruh sekolah dan madrasah untuk belajar Bahasa Mandarin.

“Distingsi seperti ini harus kita fikirkan,” tegas Nur Syam.

“Saya senang ketika ada madrasah yang memprogramkan hafalan 1 juz per tahun sehingga kalau 6 tahun, siswa madrasah bisa hafal 6 juz. Ini adalah distingsi,” tambah Nur Syam.

Nur Syam menegaskan bahwa Kemenag mencanangkan agar madrasah mempunyai distingsi dan ekselensi ini pada 2020. “Kalau sekarang kita masih berkutat pada perluasan akses dan peningkatan mutu, tahun 2020 kita harus menuju pada distingsi dan ekselensi,” kata Nur Syam.

“Ini harus dimulai dari sekarang. Sebab prestasi tidak diraih secepat kilat. Bikin perkembangan berjenjang. If you think you can, you really can,” tutup Nur Syam. (mkd)

Kemenag Rencanakan PKG Untuk 40.000 Guru PAI

Jakarta (Pinmas) – Sebanyak 40.000 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tahun 2013 ini akan diikutkan dalam Pelatihan Kompetensi Guru (PKG) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendis Kemenag RI. Demikian dikatakan oleh Direktur PAI, Dr. Amin Haedari ketika ditemui di ruang kerjanya, Jakarta, Kamis (20/3).

Menurutnya, semua guru PAIpada akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini, namun karena keterbatasan anggaran, tahun ini baru bisa melibatkan 40.000 guru saja.

“Tahun ini jumlah guru PAIyang diikutkan dalam pelatihan lebih banyak karena tahun kemarin (2012) guru yang diikutkan dalam pelatihan hanya 17.300 guru, atau sekitar 9 persen dari jumlah seluruh guru PAI yang ada.” ungkapnya.

Tujuan PKGini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru agama Islam dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah. “Kemampuan guru PAIharus selalu di-charge secara berkala agar mereka tidak tertinggal. Dunia pendidikan itu dinamis, jadi memerlukan pengembangan kemampuan terus-menerus,” terangnya.

“Ini juga untuk memperkuat profesionalisme guru setelah mereka disertifikasi,” tambahnya.
Namun demikian, Amin mengatakan bahwa khusus tahun ini, materi PKG akan difokuskan seputar Kurikulum 2013. “PKG tahap pertama ini akan kita fokuskan untuk sosialisasi dan
implementasi Kurikulum 2013,” ujarnya.

Menurut Amin, guru PAI harus secepatnya mengetahui perubahan kurikulum ini. Sebab, hal itu akan berdampak pada proses dan hasil pembelajaran.

Seperti diketahui, pengajaran PAi di sekolah umum dalam Kurikulum 2013 ini jumlah jam pelajarannya ditambah, dari dua jam menjadi empat jam pelajaran. Hal ini memerlukan pemahaman yang lebih detail dari guru PAI, baik yang menyangkut perangkat pembelajaran, proses pembelajaran, maupun out putnya.
Pelatihan ini rencananya juga akan melibatkan para pejabat PAI yang ada di daerah. “Karena struktur PAIdi daerah masih baru, mereka akan kita libatkan dalam pelatihan ini agar dalam melaksanakan tugasnya mereka lebih menjiwai,” imbuhnya. [M30]

300 Ribu Guru Madrasah Sudah Sertifikasi

Bogor (Pinmas)—Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat PhD menyatakan, pihaknya tengah memproses sertifikasi guru madrasah baik guru negeri maupun swasta. Sampai saat ini sudah sekitar 300 ribu guru madrasah di tanah air yang telah menempuh proses sertifikasi.

“Seluruhnya guru madrasah sekitar 650 ribu, memang belum sampai 50 persen yang sudah sertifikasi,” kata Bahrul Hayat usai mengisi materi pada workshop peningkatan wawasan penelitian pendidikan agama dan keagamaan, Rabu (29/8) menjelang tengah malam. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag di Hotel Lor In Sentul, Bogor berlangsung 28-30 Agustus.
Seluruh proses sertfikasi guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama, kata Sekjen, ditargetkan dapat rampung tahun 2014. “Peningkatan kualitas pendidikan di tanah air tidak terlepas dari perbaikan kualitas guru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekjen juga memaparkan tentang buku yang bertajuk Benchmark Internasional Mutu Pendidikan yang ditulis pejabat kelahiran Tasikmalaya ini yang mengupas soal kebijakan pendidikan yang dinilai telah bergeser dari input-oriented ke outcome-based.

Menurut alumnus S-2 Universitas Pittsburgh (1989) dan S-3 Universitas Chicago, Amerika Serikat (1992) ini perbaikan dan peningkatan mutu masukan dan proses pendidikan harus merupakan upaya penjabaran untuk mencapai expected outcome tadi. Oleh karena itu, standardisasi expected outcome dalam bentuk kompetensi menjadi titik awal untuk standardisasi masukan dan proses pendidikan.

Selain itu, pada era globalisasi, telah terjadi mutual recognition antarnegara tentang kualifikasi lulusan ini, sehingga meniscayakan adanya proses nasionalisasi dan transnasionalisasi kompetensi lulusan lembaga pendidikan. Kompetensi lulusan itu bergeser dari local specific ke global universal sebagai survival kit untuk dapat bertahan pada era mendatang.

Pola pikir ini telah sejak lama menjadi bagian dari diskusi-diskusi pakar pendidikan di Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA), yang kemudian menghasilkan upaya benchmarking internasional mutu pendidikan.

Buku tersebut membahas studi internasional yang diadakan oleh OECD dan IEA, yaitu Program for International Student Assessment (PISA), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), dan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS). Hasil studi itu telah mengingatkan bahwa sistem pendidikan di negeri ini perlu penataan baru agar senantiasa berperan merintis dan memantapkan kemajuan kehidupan mendatang dalam peradaban yang tinggi, indah, dan bermartabat.

“Potensi manusia dapat dikembangkan secara proposional jika pendidikan, literasi bahasa, matematika dan sains dilakukan secara terintegrasi,” kata Sekjen Bahrul Hayat. (ks)

Guru Harus bisa Digugu lan Ditiru

Cilacap (30/6) - Tidak kurang dari 500 orang terdiri dari guru, kepala madrasah,  dan pengawas RA/madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Cilacap siang ini mengikuti Pembinaan Pendidikan oleh Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah dan Sosialisasi Beban Kerja Guru yang diselenggarakannya di Aula BKM Kab. Cilacap. 

Selain Kakanwil, acara ini dihadiri pula oleh Kepala Bidang Mapenda - H. Jamun, Kasi Ketenagaan dan Kesiswaan - H. Shalehuddin, Kepala Kankemenag Kab. Cilacap H. Mughni Labib beserta para kasi di lingkungan Kementerian Agama Kab. Cilacap.

Kakankemenag melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, meningkatkan wawasan guru tentang beban mengajar bagi guru RA dan madrasah. Jumlah lembaga pendidikan RA sebanyak 143, MI sebanyak 177, MTs sebanyak  62, dan MA sebanyak 18. Pada kegiatan Expo Madrasah di Bandung Tahun 2012, madrasah dari Cilacap meraih Stand terbaik dan Juara III pembuatan film pendek. ''Alhamdulillah berkat usaha keras dari kita semua prestasi madrasah di Kab. Cilacap semakin meningkat'', lanjutnya.

Orang Jawa mengatakan bahwa guru itu digugurkan dan ditiru, artinya segala gerak, ucapan, dan tingkah laku guru mempunyai peranan yang sangat penting dan menjadi panutan bagi murid-muridnya. Begitu pentingnya posisi guru dalam proses pendidikan sehingga guru dituntut untuk selalu memperdalam kemampuan keilmuan serta prefesionalismenya. Lebih utama, guru harus bisa menjadi teladan yang baik bagi murid. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kanwil dalam acara ini. ''Jangan sampai murid kita nantinya menjadi generasi yang lemah. Lemah ilmunya, lemah imannya, lemah ekonominya karena mereka tidak punya panutan'', lanjut Imam.

Kakanwil juga mengingatkan bahwa apa yang saat ini ditekuni sebagai guru juga merupakan amanat Allah yang sangat besar, oleh karenanya guru harus mempunyai komitmen yang kuat untuk memajukan pendidikan di madrasah sehingga madrasah benar-benar menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berkarakter akhlaqul karimah. Jika para murid sudah memiliki karakter akhlaqul karimah, sudah barang tentu para orang tua akan mencari lembaga pendidikan terpercaya untuk mendidik putra putri mereka.

Imam Haromain mengajak para guru mengambil i'tibar peristiwa Isra' Mi'raj dengan melaksanakan penyucian diri guru dan siswa sebelum melaksanakan pembelajaran. Hal demikian akan mempermudah proses internalisasi nilai-nilai pendidikan selain sebagai teladan bagi murid. (fat)

Sumber: Kemenag Jateng

Madrasah Siap Membangun Budaya Berprestasi

Jakarta (Pinmas)—Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Dedi Djubaedi menyatakan, lembaga pendidikan madrasah siap membangun budaya berprestasi. Upaya tersebut dengan menggelar beragam kegiatan antara lain kompetisi sains madrasah (KSM), expo madrasah dan rembug nasional guru madrasah.

“Madrasah mengalami peningkatan mutu, kualitas dan prestasi baik nasional dan internasional. Salah satunya pada Ujian Nasional, nilai kelulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) lebih tinggi dari sekolah,” kata Dedi Djubaedi kepada pers di Jakarta, Rabu (20/6).

Ia menjelaskan, kompetisi sains madrasah, expo madrasah dan rembug nasional guru madrasah akan dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat pada 25-29 Juni mendatang, direncanakan Menteri Agama Suryadharma Ali akan membuka acara yang bakal dihadiri 4.000 peserta dan tamu undangan dari seluruh Indonesia.

“Hakekatnya kita memiliki potensi yang luar biasa baik siswa maupun guru madrasah seperti MAN Insan Cendekia di Serpong dan Gorontalo,” tandas Dedi.

Adapun kegiatan KSM, dilaksanakan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memetakan kompetensi siswa madrasah pada bidang yang dikompetisikan dalam skala nasional maupun internasional.

“Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memupuk motivasi bagi siswa untuk terus mencintai dan bergairah mempelajari bidang sains disamping memiliki dan mengamalkan ajaran agama Islam yang kuat serta berakhlak karimah,” jelas Dedi didampingi para Kasubdit di Mapenda.

Selain itu lanjut dia, kegiatan tersebut untuk membuktikan kepada masyarakat umum bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya mengajarkan pelajaran agama Islam, tetapi juga pendidikan sains dan teknologi. “Dengan kegiatan ini diharapkan dapat teridentifikasi potensi-potensi siswa-siswi madrasah yang akan diproyeksikan mengikuti Olimpiade Sains Internasional,” imbuhnya.

Adapun bidang yang dilombakan meliputi mata pelajaran matematika, fisika dan bilologi dan ekonomi, termasuk mata pelajaran keagamaan. Dalam kesempatan itu, panitia juga menggelar expo madrasah serta festival film pendek madrasah (ffpm). Syarat film yang dilombakan antara lain film itu harus di up date di youtube.

Mengenai acara rembug nasional guru madrasah, Direktur Pendidikan Madrasah mengatakan dengan kegiatan itu diharapkan seluruh guru madrasah memiliki kesamaan visi dan misi dalam upaya meningkatkan peningkatan pengembangan mereka.

Saat ditanya apakah ada madrasah yang roboh, ia mengatakan bahwa sesuai amanat Menteri Agama tidak boleh lagi ada madrasah yang roboh. “Saat ini ada 65.372 madrasah baik ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah, kita berupaya meningkatkan mutu maupun prestasi termasuk membantu siswa, juga tidak boleh ada yang ingin masuk madrasah karena tidak punya uang,” tandas Dedi Djubaedi. (ks)

Kompetisi Sains Madrsah (KSM) di Bandung Hadirkan 4000 Guru

Jakarta (15/6). Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Direktorat Pendidikan Madrasah Diten Pendis Kementerian Agama (Kemenag) siap digelar di Hotel Harris Bandung, tanggal 25 – 29 Juni 2012. Kegiatan ini akan dibuka Menteri Agama RI Suryadharma Ali. Direncanakan 4000 orang guru dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri upacara pembukaan ini.  “Persiapan pelaksanaan sudah maksimal,” ujar Kasubdit Kesiswaan, Dr. Sastra Juanda.
Rangkaian Kegiatan KSM terdiri dari:
  1. Kompetisi Sains Madrasah jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Ø  Matematika
Ø  Fisika
Ø  Biologi
  1. Kompetisi Sains Madrasah jenjang Madrasah Aliyah (MA)
Ø  Matematika
Ø  Fisika
Ø  Biologi
Ø  Kimia
Ø  Ekonomi
  1. Lomba Guru dan Siswa
  2. Seminar
  3. Stand Madrasah
  4. Rembug Guru Nasional
Ø  Matematika
Ø  Fisika
Ø  Biologi
Ø  Kimia
Ø  Ekonomi

Di tempat yang sama diselenggarakan Ekspo Madrasah Education Development Project (MEDP) dan Rembuk Nasional Guru Madrasah (Remnas GM). Forum ekspo menampilkan lomba-lomba yang  berbasis pengembangan kreativitas dan inovasi siswa, antara lain lomba leadership, Majalah Dinding (mading), Lomba Karya Ilmiah Remaja (L-KIR). Sementara Remnas GM menyelenggarakan workshop yang diikuti oleh perwakilan guru dari seluruh propinsi di Indonesia dalam rangka merumuskan langkah-langkah strategis peningkatan mutu guru madrasah. (*)

Dirjen Pendis Berharap Seluruh Madrasah Terakreditasi Pada 2013

Jakarta (Pinmas)—Kementerian Agama menargetkan, seluruh madrasah mulai dari madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA) terakreditasi pada 2013. Saat ini, masih ada 28.000 madrasah (49 persen) belum terakreditasi.

“Baru 51 persen yang sudah terakreditasi,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Nur Syam saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) di Madarasah Ibtidaiyah Negeri Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).

Ditegaskan Nur Syam, soal akreditasi madrasah ini merupakan salah satu indikator yang menjadi fokus perhatiannya berkaitan dengan kualitas lembaga pendidikan. Hal lainnya adalah menyangkut Ujian Nasional dan masalah pelayanan.

Lebih jauh, dia berharap, ke depan ada semacam pusat pengembangan akreditasi. Nur Syam mencontohkan, tempatnya bisa saja di MAN 4 Pondok Pinang. Menurut catatan, MAN 4 ini sendiri sudah mendapat akreditasi A. “Center of Acreditation of Madrasah. Itu harus ada,” tegasnya.

Nur Syam menjelaskan, soal akreditasi mengindikasikan sudah maju atau tidaknya lembaga.
Selanjutnya, soal Ujian Nasional. Ini merupakan salah satu ukuran standar nasional lulusan. Nur Syam optimistis, siswa-siswa madrasah akan sukses pada UN 2012.

“UN itu penting. Kita berharap angka kelulusan 100 persen,” katanya. Dia menuturkan, target angka kelulusan 100 persen itu bukan merupakan sesuatu yang utopis. 

Terakhir, indikator terkait dengan kualitas lembaga pendidikan ini adalah menyangkut pelayanan. Dia mencontohkan, raihan sertifikat ISO dan kualifikasi internasional.

Menurut Nur Syam, madrasah juga harus diperkuat dengan program excellencies.
“Melalui program-program yang dianggap unggulan dan diakui,” katanya.
Selanjutnya, setiap lulusan tidak hanya dilengkapi ijazah, tapi juga sertifikat yang diakui secara internasional. Misalnya menyangkut kemahiran berbahasa asing. “Tentunya, kita akan bangga punya lembaga pendidikan yang bagus. Ke depan ini agar diketahui masyarakat,” katanya.(pr/agus)

Menag Minta Aparatur Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

Jakarta (Pinmas)—Menteri Agama Suryadharma Ali mengajak kepada seluruh aparatur Kementerian Agama untuk lebih meningkatkan kinerja, pelayanan dan peka terhadap suara-suara dari luar. “Kedisiplinan dan bertanggungjawab, itu intinya,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar rapat terbatas dengan pejabat eselon I dan II, di aula, Kemenag Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, (30/4).

Menurut Menag, banyak permasalahan yang datang silih berganti dan hal-hal baru yang sebelumnya tidak tahu, tiba-tiba muncul dan melaporkan ke Kemenag. Nah, permasalahan dimasyarakat inilah yang harus direspon, ditanggapi serius. “Jangan sampai masalah di masyarakat dibiarkan, yang akhirnya menimbulkan masalah yang berkepanjangan,” jelas Menag.

Menag menilai, Kementrian Agama adalah Kementerian yang paling dekat dengan hal-hal yang terjadi di masyarakat. Pemerintahan yang selalu menjadi aduan masalah yang muncul dari masyarakat. Oleh karenanya, tingkat responsibilitas aparatur Kemenag lebih ditingkatkan, lebih peka, lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. “Jadi, nilai moral yang mengedepankan tanggungjawab terus meningkat,” ungkap Menag.

Selain itu, Menag juga meminta untuk meningkatkan penyelenggaraan kepemerintahan yang solid dan baik (Good Governance). Seperti masalah anggaran, pengawasan dan program kegiatan. Semua itu harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Tapi, alhamdulillah, tahun ini bisa dikatakan baik, dan kedepan harus ditingkatkan menjadi lebih baik,” tegasnya. 

Peningkatan itu, kata Menag, dibuktikan dengan adanya laporan keuangan tahun 2011, dari peringatan (disclaimer) menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan akan ditingkatkan menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Mudah-mudahan kedepan bisa lebih meningkatkan dan memuaskan semua pihak,” harapnya. (Dumas/huda).

sumber: kemenag

Menag: Kibarkan Bendera Peningkatan Kualitas Pendidikan

Jakarta (Pinmas)—Menteri Agama Suryadharma Ali mengibarkan bendera peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. “Setiap unit teknis yang menangani pendidikan harus bisa meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, karena alokasi anggaran pendidikan yang sangat besar harus berkorelasi positif dengan peningkatan kualitas,” tegas Menag saat memberi arahan kepada seluruh pejabat Eselon I dan Eselon II Kementerian Agama Pusat, di Jakarta, Senin (30/4).

Menag meminta ke depan, jangan sampai ada lagi madrasah atau lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag yang rusak parah, apalagi roboh. “Jika masih terjadi, hal itu mengindikasikan pejabat Kemenag di daerah tidak bekerja, dan ini adalah persoalan serius,” ucap Menag serius.

Selain itu, Menag juga meminta agar tidak ada lagi anak putus sekolah hanya karena alasan biaya. Program beasiswa harus benar-benar tapat sasaran dan karenanya harus dilakukan sosialisasi secara berkelanjutan.
Menag berharap lembaga pendidikan di lingkungan Kementerian Agama bisa menjadi lembaga pendidikan masa depan. Untuk itu, harus digarap dengan lebih serius sehingga bisa menjadi pilihan utama masyarakat. “Inilah aku ada, maka kibarkan bendera. Pendidikan di lingkungan Kemenag harus di depan, jangan terus di belakang,” tutup Menag. (mkd)

Lebih dari 1,6 Juta Siswa Madrasah siap mengikuti UN 2012

Prof  Dr. Dedi Djubaedi

PENDIS - Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat madrasah di tanah air ini diikuti 1.647.835 siswa, jumlah tersebut terbagi menjadi 495.405 siswa untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 820.409 siswa jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan peserta UN Madrasah Aliyah (MA) tercatat 144.624 siswa yang terdiri dari program IPA 96.663 peserta didik, program IPS 208.258 peserta didik, program BHS 11.786 peserta didik dan program keagamaan 15.317 peserta didik, demikian disampaikan Direktur Pendidikan Madrasah Prof Dr. Dedi Djubaedi kepada pers di Jakarta, Selasa (20/3).

Sebagaimana diketahui bahwa UN ini dilakukan untuk mengukur capaian standar komptensi lulusan peserta didik secara nasional. Sedangkan jadwal UN 2012 tingkat Madrasah Aliyah dimulai 16 April sampai 19 April, sedangkan ujian susulan dijadwalkan 23-26 April 2012. Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah UN dilaksanakan 23-26 April dan ujian susulan pada 30 April sampai 4 Mei 2012. Sedangkan UN untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah dilaksanakan 7-9 Mei dan ujian susulan pada 14-16 Mei 2012.

"Persiapan kami untuk pelaksanaan UN tahun ini sudah 90 persen, kalau tahun lalu angka kelulusan madrasah mencapai 94 persen kita harapkan tahun ini akan lebih baik," ungkap mantan Rektor IAIN Ambon yang juga Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Proses persiapan UN tahun ini juga dilakukan di madrasah yang sedang mengalami masalah, seperti madrasah yang berlokasi di daerah yang terkena bencana alam.

"Upaya untuk meningkatkan angka kelulusan siswa madrasah pada tahun ini semua tergantung motivasi, serta peran kepala madrasah dan guru yang bertanggung jawab mengantarkan anak didiknya lulus dengan baik," tutur Dedi.

Untuk itu, kami berikrar siap membangun budaya pembelajaran berdasarkan ajaran agama dan nilai-nilai utama karakter bangsa, yaitu beriman, bertakwa, jujur, bersih, santun, cerdas, disiplin, kreatif, kerja keras dan bertanggung jawab. "Kami siap mensukseskan ujian nasional dengan jujur dan berprestasi," tandasnya. (ram)

Wajah Kemenag Representasi Wajah Umat Beragama di Indonesia

Jakarta (Pinmas)-Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan,perjalanan sejarah Kementerian Agama selama 66 tahun telah menorehkan amal bagi umat,bangsa dan negara.Banyak keberhasilan Kemenag dalam pelayanan kehidupan beragama, pengembangan pendidikan agama serta pelayanan ibadah haji yang mendapat apresiasi dari publik.

Namun disamping itu,kita tidak memungkiri masih terdapat sorotan dan penilaian yang kurang menggembirakan terhadap kinerja sebagian aparatur Kementerian Agama. Untuk itu saya mengajak keluarga besar Kemenag untuk menyikapi semua itu dengan bijak,kata Menteri Agama pada malam tasyakuran Hari Amal Bhakti ke 66 Kemenag di Jakarta.

Acara tasyakuran yang dilaksanakan Selasa (3/1) malam dihadiri Ketua DPD RI
Irman Gusman,Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz,Wakil Menag Nasaruddin Umar,para mantan Menag,Said Agil Husein Al Munawar dan Tolchah Hasan,para pejabat dan mantan pejabat Kemenag serta ratusan undangan yang memenuhi aula Gedung Kemenag di Jalan MH Thamrin,Jakarta Pusat.

"Mari kita terus bekerja dengan tekad menjadikan hari ini lebih baik dari pada kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini,imbuh Menag. Ia menambahkan, dalam membangun Kemenag ke depan, di tengah dinamika perkembangan bangsa dan isu-isu agama yang semakin berat,diperlukan pewarisan nilai-nilai, tradisi dan spirit Kementerian Agama yang menjadi pegangan dan inspirasi bagi seluruh aparatur.

Tema peringatan HAB Kemenag tahun ini,yaitu Memperteguh komitmen untuk  membangun Kementerian Agama yang bebas dari korupsi, menurut Menag menunjukkan bahwa seluruh jajaran aparatur Kemenag tidak pernah berhenti berupaya untuk membangun, memelihara dan memperbaiki reputasi Kemenag sebagai simbol moral pemerintah.

"Kita semua menyadari bahwa wajah Kementerian Agama adalah representasi  wajah umat beragama di Indonesia, ucap Menag. Bersamaan dengan tasyakuran HAB ke 66 Kemenag, Menteri Agama Suryadharma Ali memberikan penghargaan kepada empat orang tokoh nasional maupun daerah. 

Penghargaan tersebut diberikan kepada fugur yang dianggap berperan dan berjasa dalam penddidikan keagamaan di tanah air. Keempat tokoh penerima penghargaan dari Menag adalah mantan Presiden RI, BJ Habibie, mantan Menteri Agama Tolchah Hasan, Gubernur Lampung Sjahruddin ZP dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.

Menag menguraikan, BJ Habibie merupakan salah seorang tokoh yang telah berjasa dalam membangun madrasah Insan Cendekia dan menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk memperbaiki madrasah di tanah air. 

"Banyak siswa siswi kita dari situ (Insan Cendekia) yang memenangkan olimpiade science internasional.Demikian juga banyak santri pondok pesantren lainnya yang memenangkan olimpiade science," jelasnya.

Sedangkan Tolchah Hasan dianggap sebagai salah satu tokoh NU yang sudah banyak mengabdikan kehidupannya untuk pendidikan Islam di tanah air. "Ini patut kita berikan penghargaan bagi beliau," ujarnya.

Sementara Gubernur Lampung, Sjahruddin ZP dinilai sebagai tokoh pemerintah  daerah yang telah memberikan perhatian yang besar tehadap kualitas pendidikan keagamaan di daerahnya.Salah satunya adalah kepedulian dia terhadap jamaah haji.

"Banyak perhatian yang diberikannya kepada jamaah haji termasuk mempermudah
perjalanan jamaah dari Lampung ke tanah suci. Kalau bandara di sana (Lampung) bisa menerima pesawat besar, maka tidak menutup kemungkinan Lampung ke depannya bisa menjadi embarkasi utama di Lampung," jelas Menag.

Terakhir adalah adalah pemberian penghargaan kepada Gubernur Maluku, Karel  Albert Ralahalu. Menag mengatakan, Karel sangat adil memberikan perhatiannya kepada seluruh masyarakatnya yang dominan bergama Kristen Protestan dan Katolik.

"Semuanya baik Islam, Hindu, Budha , Kristen dan Katolik dapat perhatian besar. Secara khusus, saya juga berterima kasih karena semangatnya luar biasa untuk menjadikan Maluku sebagai tuang rumah MTQNasional 2012," paparnya.

Ditambahkannya, usulan Maluku untuk menjadi tuan rumah MTQNasional 2012 tersebut telah diputuskan. Dengan demikian, jika tidak ada halangan maka MTQ pada bulan Juni 2012 di Maluku akan menjadi tonggak sejarah bagi kerukunan umat beragama di Indonesia. "Dari situ kita berharap kejadian itu nantinya akan menjadi tauladan bagi daerah lain," imbuhnya. (ks)

Menag: Pendidikan Kurang Mendapat Perhatian

Jakarta (Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, selama ini Kementerian Agama dikenal sebagai kementerian yang melakukan penyelenggaraan haji, sedangkan lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag kurang mendapat perhatian. "Masyarakat hanya mengenal Kemenag sebagai kementerian penyelenggara haji, nikah, talak dan rujuk. Soal pendidikan kurang memberikan perhatian," kata Menag dalam kunjungan kerja di Pondok Pesantren Nurul Huda Plosorejo, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu sore (24/9). 

Padahal, katanya, penyelenggaraan haji anggarannya kecil yaitu hanya sebesar Rp250 miliar dari APBN, sedangkan anggaran pendidikannya cukup besar yakni Rp30 triliun pada 2011 dan 2012 diperkirakan akan naik lagi. "Anggaran pendidikan besar, namun kurang mendapatkan perhatian. Karena itu saya ingin mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Kemenag juga menyelenggarakan pendidikan," imbuhnya. 

Tampak hadir di Ponpes yang dipimpin KH Syarif Hidayatullah ini, Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, Irjen Kemenag Suparta dan Kapus Informasi dan Humas Zubaidi. Menurut Menag, anggaran pendidikan yang besar tentunya diharapkan agar betul-betul efektif dan bermanfaat untuk mengatasi problematika pendidikan di Indonesia, khususnya di bawah Kemenag. "Saya sangat miris kalau ada keluarga yang tidak mampu memadrasahkan anaknya, sehingga drop out dari madrasah," kata Menag. 

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Suryadharma Ali menyerahkan bantuan untuk siswa miskin di sejumlah pondok pesantren dan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama di Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang diserahkan yaitu bantuan siswa miskin total senilai Rp156 miliar dengan masing-masing siswa mendapatkan Rp132 ribu dan bantuan prestasi siswa sebesar Rp157 miliar untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Selain itu juga diberikan bantuan tunjangan khusus untuk guru daerah terpencil dan bantuan pendidikan terapan untuk 1.500 santri yang masing-masing mendapatkan Rp500 ribu dengan total bantuan sebesar Rp9 miliar. 

Pada kunjungan tersebut, Menag Suryadharma Ali juga memberikan bantuan untuk pengembangan Pondok Pesantren Nurul Huda. "Bantuan tersebut diberikan dengan harapan dapat meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan Islam, karena pesantren telah membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan," katanya. Menag juga mengatakan, sekarang madrasah mulai meningkat kualitasnya secara tajam antara lain dari sisi penguasaan bahasa asing. Sekarang bukan hanya bahasa Arab dan Inggris yang dipelajari di madrasah tapi juga bahasa Mandarin dan Jepang. Ini adalah peningkatan yang dicapai madrasah dan pondok pesantren. 

"Kalau dulu madrasah dan ponpes enggan mempelajari bahasa Inggris dan mereka hanya belajar bahasa Arab, sekarang bahasa Inggris dan Arab menjadi standar dan mereka tambah lagi dengan bahasa lain. Ini suatu yang menggembirakan," ujar Suryadharma Ali. (ks)

SKB Moratorium PNS Ditandatangani

Jakarta (Pinmas)--Surat keputusan bersama penundaan sementara rekrutmen pegawai negeri sipil (moratorium PNS) ditandatangani seusai rapat di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (24/9). SKB tersebut ditandatangai oleh tiga menteri, yaitu Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Penandatanganan SKB ini sempat tertunda karena dirasa belum sempurna.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan mengatakan, moratorium PNS kali ini tidak bersifat kaku. Untuk jabatan-jabatan tertentu dan formasi yang dirasa sangat dibutuhkan akan ada pengecualian.
"Yang kami maksudkan penundaan sementara adalah kami menunda sementara ini tetapi tidak kaku, tapi selektif. Masih ada beberapa jabatan yang tetap kami akomodir dalam rekrutmen tahun ini dan berikutnya," katanya.

Ia mencontohkan beberapa formasi yang memiliki pengecualian misalnya tenaga guru dan dosen. Banyaknya guru dan dosen yang akan pensiun membuatnya harus diisi kembali. Begitu pula dengan tenaga kesehatan di unit pelayanan terpadu daerah. Selain itu juga jabatan khusus dan mendesak seperti di lembaga pemasyarakatan sipir. "Jangan sampai tidak ada sipir dan sebagainya," katanya.

Begitu pula jabatan untuk keselamatan masyarakat, pelayanan publik. "Misalnya di terminal kami buka secara terbatas dan terpenting yang tidak ada orangnya kami adakan dan sebagainya itu jadi pengecualian di pusat dan di daerah. Jadi tidak kaku langsung nol, tidak begitu," katanya.

Ia menambahkan, moratorium juga dikecualikan bagi daerah yang memiliki belanja pegawai di bawah 50 persen dari APBD. Namun menurut dia, juga tetap selektif. Dalam SKB tersebut, menurut dia juga disebutkan agar seluruh instansi dan lembaga pemerintah serta seluruh pemerintah daerah mengajukan rencana strategis susunan formasi PNS selama lima tahun ke depan. Rencana strategis tersebut harus diajukan sebelum 31 Desember 2011.

Ia juga menambahkan akan adanya pengaturan terhadap PNS agar tidak terjadi penumpukan di suatu daerah. Menurut dia, selama ini terjadi penumpukan di daerah tertentu dan kekurangan di daerah lainnya. Menurut dia, moratorium ini, juga harus menjadi satu kesatuan dengan reformasi birokrasi yang digulirkan.

"Intinya juga bahwa moratorium tidak terlepas dari program reformasi birokrasi dimana area perubahan yang menonjol dalam reformasi birokrasi adalah pertama kelembagaan atau struktur organisasi," katanya.

Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat seusai rapat moratorium mengatakan, seluruh lembaga dan instanasi pemerintah termasuk pemerintah daerah diberi waktu empat bulan untuk melakukan kajian dan analisa kebutuhan formasi PNS yang akan dimasukan dalam rencana strategis. Menurut dia, pemerintah juga akan menyiapkan sanksi bagi mereka yang tidak mengajukan rencana strategis hingga 31 Desember 2011.

"Kalau mereka tidak mau melakukan itu, tahun depan mereka tidak dikasih budget, tidak dikasih anggaran untuk menerima pegawai. Ada sanksinya itu. Jadi mereka tidak punya hak untuk mengajukan, gitu. Jadi itu harus selesai. Jadi ini serius, tidak main-main," katanya.

Sementara itu, jumlah PNS di Indonesia saat ini sebesar 4,7 juta jiwa atau 1,98 persen dari rasio penduduk masih moderat dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya seperti Singapura yang rasionya mencapai di atas dua persen. Sedangkan PNS yang pensiun pada 2011 ini, menurut Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, sebesar 107 ribu dan pada 2012 sebesar 114 ribu PNS yang akan pensiun.(ant)

Peresmian Gedung MA Pesantren Pembangunan Majenang dan 5 Pilar Pendidikan Islam

Siang tadi, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Moh. Ali, M.A. hadir di Cigaru, Majenang dalam rangka peresmian penggunaan gedung belajar Madrasah Aliyah Pesantren Pembangunan Cigaru, Majenang. Acara yang digelar di komplek Pesantren Pembangunan Cigaru Majenang itu berlangsung meriah dan dihadiri para pejabat dan tokoh masyarakat. Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Drs. H. Imam Haromain Asy'ari, M.Si, Kepala Kemenag Cilcap, Drs. H. Muhtadin, M.Si dan para tamu undangan nampak hadir di tengah acara tersebut.

Selain meresmikan gedung MA Pesantren Pembangunan Cigaru, dirjen pendis itu mengisi studium general STAIS Sofyan Tsauri Majenang. Dalam paparannya, Prof Moh. Ali memaparkan 5 (lima) pilar pendidikan Islam di madrasah dan pesantren yang perlu dipahami oleh segenap guru, kyai dan pemangku pendidikan dibawah kemenag. Adapun lima pilar tersebut adalah :


Pertama, pendidikan islam ---baik di madrasah maupun pesantren--- harus mengembangkan nasionalisme. Pilar ini penting ditanamkan kepada generasi muda islam. Nasionalisme ini terutama berpijak kepada 4 hal yakni NKRI sebagai sesuatu yang final, UUD 1945, ideologi pancasila dan bhineka tunggal ika. Menurutnya ajaran islam telah mengajarkan bahwa cinta tanah air bagian dari ciri orang yang beriman.



Kedua, pendidikan islam harus mengembangkan Islam yang toleran. Hormat menghormati antar dan inter umat beragama perlu terus ditanamkan kepada masyarakat. "Saatnya lembaga pendidikan mengajarkan ajaran-ajaran Islam yang toleran, karena dalam islam diajarkan lakum dinukum waliyadin," ujarnya dengan penuh semangat.

Ketiga, pendidikan islam harus mengajarkan islam moderat. Indonesia yang sangat majemuk dan sebagian besar bergama islam harus terus dipupuk islam yang moderat bukan ekstrem, tidak radikal, dan tidak liberal. "Tidak ada dalam kitab-kitab di pesantren ditemui aliran ekstrem radikal dan ektrem liberal, namun di tengah-tengah, ya moderat," tegasnya.

Keempat, menghargai multikulturisme atau keragaman budaya, sesuai dengan tuntunan Al Quran. Beliau mengutip ayat, bahwa Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal.

Kelima, mengembangkan ajaran Islam yang inklusif. "Inklusif berarti kita menerima siapa pun untuk belajar islam. Masuk atau menerima siapa pun. Saatnya pesantren menerima siapa pun ---termasuk nonmuslim untuk belajar islam," ujarnya meyakinkan.




Prof. Dr. H. Moh. Ali, M.A. (Dirjen Pendis Kemenag RI)


Ada hal yang menarik bahwa kedatangan dirjen pendis itu sempat terlambat dari jadwal semula karena pada pagi harinya ---sekira pukul 07.00 WIB beliau masih berada di Mataram. Kehadiran beliau pun disambut dengan penuh antusias oleh panitia dan jama'ah setelah helikopter yang ditumpanginya mendarat dengan mulus di lapangan sepakbola Cigaru Majenang.

Oleh : Deni Kurniawan As'ari

Kanwil Kemenag Prov. Jateng Selenggarakan Kemah Pelajar Lintas Agama

Semarang - Dalam rangka menjaga iklim yang kondusif antar pemeluk agama, Kanwil Kementerian Agama menggelar Kemah Pelajar Lintas Agama Provinsi Jawa Tengah untuk kedua kalinya yang diselenggarakan sejak Senin (20/6) dan berakhir Kamis (23/6).

Dalam Kemah Pelajar Lintas Agama (KPLA) ditekankan agar peserta tidak merasakan bahwa perbedaan agama yang mereka miliki merupakan penghalang, namun justru perbedaan, keberagaman dan kebebasan beragama sebagai rahmat Tuhan yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebagai cambuk untuk membangun bangsa. Demikian ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah, Drs. H. Imam Haromain Asy’ary, M.Si dalam upacara pembukaan KPLA.

“Kementerian Agama sangat berharap peserta KPLA yang notabenenya adalah generasi muda mampu membawa nilai-nilai kebersamaan yang dipupuk dalam kegiatan ini kedalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tambah Kakanwil.

Sementara itu, pendamping peserta KPLA, Tim Ra’GENTAR selalu memberikan materi dan games yang membutuhkan kerjasama antar peserta. Dengan demikian diharapkan peserta kemah mampu menyerap nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan dan games yang mereka ikuti.

Kemah yang dilaksanakan di Umbul Sidomukti Jimbaran ini diikuti sebanyak 120 peserta dari 6 unsur Agama yang ada di Indonesia. Selain mendapatkan materi dari Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah dan Ra’GENTAR peserta kemah juga mendapatkan materi dari Polri, TNI dan FKUB.

Gaji ke-13 PNS Dibayar Juli

Jakarta (Pinmas)--Kabar gembira bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Gaji ke 13 akan dibayarkan pada bulan Juli nanti.Menurut Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto, peraturan pemerintah (PP) terkait pembayaran gaji ke 13 sudah terbit. Agus tengah menyiapkan peraturan Dirjennya. "Insya Allah tanggal 1 Juli sudah bisa dibayar" ujarnya.

Pemerintah tahun ini menaikkan gaji PNS sebesar sekitar 10-15 persen. Kenaikan gaji pokok itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketigabelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Dengan adanya kenaikan gaji tersebut, gaji pokok terendah PNS sebesar Rp1.175.000 bagi pegawai Golongan I a dengan masa kerja 0 tahun. Gaji pokok tertinggi dinikmati oleh pejabat eselon I atau Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp4.100.000. Untuk daftar gaji pokok PNS lihat di link ini.

Untuk gaji pokok anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah sebesar Rp1,23 juta. Gaji itu diberikan untuk Prajurit Dua Kelasi Dua (TNI) dan anggota Kepolisian Bhayangkara Dua dengan masa kerja 0 tahun. Sedangkan gaji pokok terbesar, Rp4,2 juta, diperuntukkan bagi pangkat tertinggi yaitu jenderal, laksamana, marsekal, atau jenderal polisi dengan masa kerja 32 tahun. Untuk gaji pokok TNI/Polri lihat link ini.

Seperti diketahui, pemerintah menganggarkan alokasi belanja pegawai pada 2011 sebesar Rp180,6 triliun atau 2,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dari jumlah itu, sekitar Rp91,2 triliun atau 50,5 persen dialokasikan pada pos belanja gaji dan tunjangan pegawai.

Alokasi anggaran tersebut tertuang dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011. Alokasi anggaran belanja pegawai tahun depan mengalami kenaikan Rp17,9 triliun atau 11 persen bila dibandingkan alokasi dalam APBN-Perubahan 2010 sebesar Rp162,7 triliun.

Peningkatan itu terutama disebabkan kebijakan pemerintah dalam kerangka reformasi birokrasi baik dalam memperbaiki maupun menjaga kesejahteraan aparatur pemerintah dan pensiunan.

Sementara itu, alokasi pada pos belanja gaji dan tunjangan 2011 sebesar Rp91,2 triliun naik sebesar Rp10,1 triliun atau 12,5 persen dibandingkan anggaran APBN-P 2010 sebesar Rp81,1 triliun.(vivanews)

Prestasi UN Madrasah Lampaui Target

Jakarta (Pinmas)--Direktur Pendidikan Madrasah A. Saifuddin mengatakan, prestasi siswa madrasah pada Ujian Nasional (UN) tahun 2011 secara nasional mengalami peningkatan secara signifikan. Bahkan prestasi UN Madrasah Tsanawiyah (MTs) baik negeri maupun swasta melampaui target yang diharapkan.

"Prestasi UN jauh meningkat, melebihi target," kata Saifuddin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/6). Hasil kelulusan Madrasah Tsanawiyah ditargetkan 97 persen, ternyata 99 persen siswa madrasah yang lulus.

"Dari jumlah 189.668 peserta UN MTs Negeri, hanya 656 siswa atau 0,346 persen yang tidak lulus. Sedangkan 575.265 peserta UN MTs Swasta, yang tidak lulus 1808 peserta atau 0,32 persen," jelas Saifuddin.

Ditanya pemicu peningkatan prestasi tersebut, Saifuddin mengatakan, hasil yang dicapai ini berkat kerjasama semua pihak untuk mengoptimalisasi prestasi madrasah. "Kita genjot, optimalisasi mdrasah, sekarang kita memetik buahnya," ujarnya.

Prestasi madrasah yang juga membanggakan, lanjut dia, seperti yang dicapai MTsN Model Padang. Madrasah ini meraih penghargaan lingkungan hidup Adiwiyata Nasional 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup. "Ini juga prestasi yang membanggakan. Kalau sebelumnya madrasah dipandang satu mata kini tidak," pungkasnya.(ks)

Menag: Edukasi Dini Bangun Akhlak Bangsa


Jakarta (Pinmas)--Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengingatkan masyarakat tentang urgensi edukasi (pendidikan), terutama pada usia dini. Karena, saat itulah benih-benih potensi generasi bangsa dibangun dan ditumbuhkembangkan.

"Pendidikan sangat penting bukan hanya untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) saja. Tetapi, yang sangat urgen adalah bagaimana menanamkan pendidikan moral atau akhlak al-karimah sejak belia," ujar Menag yang didampingi Irjen Kementerian Agama (Kemenag) Dr Suparta, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Ny Ita Bahrul Hayat, saat membuka Gelar Ajang Kreativitas Raudatul Athfal (RA) se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), di Jakarta, Selasa (31/5).

Dalam kesempatan tersebut, hadir antara lain, Dirjen Pendidikan Islam Prof M Ali, Direktur Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Ace Syaifuddin, Kasubdit Kesiswaan Dr Sastra Juanda, dan Kasubbag TU Madrasah Aceng Abdul Azis.

Karena itu, Menag meminta Direktorat Mapenda Kemenag terus mengembangkan sistem pendidikan yang bisa memacu kemajuan anak-anak usia dini. Menag pun mendukung rencana Direktorat Mapenda meningkatkan kompetisi antar-RA dari Jabodetabek, ke level Pulau Jawa, hingga nasional.

Selain itu, Menag juga mengusulkan agar siswa-siswa RA berprestasi, seperti di bidang keterampilan marching band, ikut andil dalam upacara penurunan bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.

"Kita bersyukur program ini turut mendorong kelancaran kampanye Kemenag dalam Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji atau Gemar Mengaji. Karena, dalam kompetisinya banyak melombakan aktivitas bermuatan agama (mengaji)," katanya.

Dana Pembinaan

Sementara itu, Direktur Mapenda Ace Syaifuddin, yang didampingi Kasubdit Kesiswaan Dr Sastra Juanda, dan Kasubbag TU Madrasah Aceng Abdul Azis, mengatakan, Gelar Ajang Kreativitas RA diikuti para utusan siswa RA yang memiliki bakat dan minat di bidangnya se-Jabodetabek.

Menurut Direktur Mapenda, peserta terdiri atas ratusan siswa, pengisi acara, beserta para pendampingnya. "Kegiatan ini melombakan sekitar 18 jenis kompetisi, antara lain azan, hafalan Al-Quran, seni tari kreasi, menyusun puzzle, lari estafet, dan sebagainya. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembelajaran kepada para peserta didik dalam penyaluran bakat dan minat sesuai perkembangan kemampuan dan psikologisnya," ujar Ace Syaifuddin.

Ace mengatakan, sesuai arahan Menag, pada 2012 pihaknya akan meningkatkan perlombaan ke level regional Pulau Jawa. "Kalau tahun lalu, kita sudah mengadakan ajang kreativitas guru RA yang berhasil menjaring sejumlah guru berprestasi. Tahun ini juga kita akan adakan Kompetisi dan Ekspo Madrasah Nasional (Kemnas) II," ujarnya seraya menyebutkan pihaknya kerap bekerja sama dengan Ikatan Guru Raudatul Athfal (IGRA) dalam pergelaran ajang kreativitas RA.

Di tempat yang sama, Kasubdit Kesiswaan Dr Sastra Juanda, dan Kasubbag TU Madrasah Aceng Abdul Azis, mengatakan, sebagai penunjang prestasi siswa, panitia menyiapkan hadiah berupa dana pembinaan RA. "Yaitu, Rp 50 juta untuk juara umum, dan Rp 40 juta (total Rp 200 juta) untuk juara lima wilayah Jabodetabek," kata Sastra dan Aceng. (SK/yudi)

Film Animasi Tiga Dimensi Bertajuk Samba dan Sahabat

Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama meluncurkan film animasi tiga dimensi bertajuk Samba dan Sahabat, sebuah kumpulan cerita anak madrasah yang dikemas secara sederhana, namun menarik, lucu dan tidak membosankan.

"Ini film animasi edukasi pertama yang dibuat untuk kepentingan pendidikan madrasah," kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof Dr Mohammad Ali pada peluncuran film animasi 3D Samba dan Sahabat di Jakarta, Selasa (16/11).
Menurut Ali, kehadiran film itu sangat sesuai dengan program pemerintah membangun karakter bangsa bagi generasi muda terutama anak-anak. "Karakter bangsa yang dimaksud adalah nilai-nilai luhur dari negeri sendiri seperti gotong royong, sopan santun, toleransi, tolong menolong, dan ramah tamah," jelas Dirjen.

Mohammad Ali juga menjelaskan latar belakang mengapa film animasi perlu dibuat. "Film ini bertujuan menanamkan pendidikan karakter bangsa kepada anak-anak Indonesia melalui pendekatan kreatif, inovatif, menyenangkan dan atraktif," katanya seraya mengaku prihatin dengan maraknya tontonan di televisi yang tidak mampu menjadi tuntunan. "Sedikit sekali tayangan yang mengangkat nilai-nilai karakter bangsa kita sendiri," ujarnya.

Direktur Pendidikan Madrasah Ace Saifuddin mengatakan, Indonesia perlu lebih banyak film animasi yang berkarakter lokal. "Anak-anak yang menggemari film animasi superhero barat biasanya cenderung menjadi individual," katanya seraya menambahkan, Samba dan Sahabat bercerita tentang beberapa anak pelajar di sebuah madrasah dengan segala tingkah polah anak-anak namun sarat dengan kearifan lokal.

"Madrasah perlu diketahui oleh masyarakat sebagai
center of excelent
yang sejajar dengan sekolah umum. Dalam dua tahun terakhir nilai rata-rata ujian nasional siswa Madrasah Tsanawiyah lebih unggul dari sekolah umum. Selain itu, nilai rata-rata ujian nasional prosentasi dan kelulusan siswa madrasah selalu naik dalam lima tahun terakhir," kata Saifuddin.
Dikatakan pula, Direktorat Pendidikan Madrasah telah menyiapkan 26 episode berdurasi 30 menit dengan berbagai judul yang bergenre komedi religi. Dijadwalkan film animasi Samba dan Sahabat tayang 17-28 November di berbagai stasiun televisi, Global TV, Trans 7 dan Sun TV. "Film samba tidak kalah hebat dibanding Ipin dan Upin," ucap Saifuddin.

Penulis naskah Zacky mengungkapkan, Samba dan sahabat adalah kumpulan cerita edukatif tentang kehidupan Samba dan sahabat-sahabatnya, Fadriel, Adnan, Esli dan Nabila. Mereka bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 07 Pondok Damai. Sebagai sebuah drama edukatif film ini selalu berusaha menyajikan nilai-nilai pendidikan yang positif mengenai karakter bangsa, seperti, pendidikan moral dan etika, sikap sosial, gotong royong, tanggung jawab dan pendidikan keagamaan yang dikemas dalam sebuah cerita sederhana sesuai dengan dunia anak-anak. (kadar santoso)

Sumber PINMAS Kemenag RI

Info MTs